MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN CABAI DENGAN MENGOLAH LAHAN YANG ADA

Petani Muda Indonesia
2

Pengolahan lahan merupakan suatu proses mengubah sifat tanah dengan mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah bertujuan agar tanah diperoleh dengan kualitas yang baik, tanah yang digemburkan membuat akar berkembang dengan baik, peredaran udara dan air didalam tanah baik.

Pengolahan lahan dilakukan dengan cara mengintensifikasikan lahan sehingga akan menghasilkan produk secara maksimal. Intensfikasi lahan dilakukan dengan cara menggunakan input secara intensif, seperti tenaga kerja, pestisida, dan bahkan pupuk kimia, untuk meningkatkan hasil pertanian.

Pengapuran

Pengapuran dilakukan untuk memperbaiki pH tanah. Pengapuran dilakukan pada tanah yang bersifat sangat asam sehingga tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Selain dapat menaikan pH tanah, pengapuran dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikoorganisme tanah dalam penguraian bahan organic yang dapat mempercepat ketersediaan unsur hara, menetralkan zat yang bersifat racun tanpa menghilangkan zat penting yang dibutuhkan tanaman. Kapur yang digunakan untuk meneralkan pH tanah yaitu kapur tohor, kapur karbonat, dan kapur tembok. Pengapuran dilakukan dengan menyesuaikan dengan pH tanah.

Pemberian Bahan Organik

pemberian bahan organic dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, pori aerasi, dan laju infiltrasi, serta memudahkan penetrasi akar, sehingga produktivitas lahan dan hasil tanaman dapat meningkat. Selain itu, pemberian bahan organic menyediakan bahan organic hasil pelapukan yang dapat menambah unsur hara pada tanaman, meningkatkan pH tanah dan kapasitas tukar kation, menurunkan Al serta meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pemberian bahan organic dapat mengurangi kebutuhan NPK. Bahan organic yang diberikan dapat berupa pupuk kendang, kompoa, bokashi, ataupun hijauan.

Pemupukan

Pemupukan yaitu pemberian bahan dengan maksud untuk meningkatkan kesuburan tanah. Hal yang perlu disiapkan yaitu mulsa sebagai pengawetan lengas tanah, pembenahan tanah untuk memperbaiki struktur tanah, pH tanah yang mana untuk budidaya cabai berada pada 6-7 jika tanah pH-nya terlalu rendah maka diberikan kapur pertanian sebaliknya jika pH terlalu tinggi maka diturunkan dengan pemberian tepung belerang. Perlu ditambahkan kotoran hewan juga dengan tujuan memperbaiki keterserapan hara asli tanah.

Irigasi yang baik

Irigasi yang baik perlu dilakukan terlebih jika penanaman dimulai pada akhir dari musim hujan atau awal musim kemarau. Hal ini karena tanaman cabai memerlukan kelembaban sekitar 70-80%. Jika kurang dari angka tersebut maka pembentukan bunga, penyerbukan dan pembentukan buah tidak berjalan secara sempurna, begitu pula jika lebih dari angka tersebut maka akan memacu pertumbuhan cendawan yang akan merusak tanaman.


References

Redaksi AgroMedia. (2008). Panduan Lengkap Budidaya dan Bisnis Cabai. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.

S.M., A. (2017). Kiat Sukses Budidaya Cabai Rawit. Yogyakarta: Bio Genesis.

Sumarni, N. R. (2010). Pengelolaan Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah untuk Meningkatkan Kesuburan Lahan dan Hasil Cabai Merah. J. Hort, 130-137.

Tags

Posting Komentar

2Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !