Pengolahan lahan merupakan suatu proses mengubah sifat tanah dengan mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah bertujuan agar tanah diperoleh dengan kualitas yang baik, tanah yang digemburkan membuat akar berkembang dengan baik, peredaran udara dan air didalam tanah baik.
Pengolahan lahan dilakukan dengan cara mengintensifikasikan lahan sehingga akan menghasilkan produk secara maksimal. Intensfikasi lahan dilakukan dengan cara menggunakan input secara intensif, seperti tenaga kerja, pestisida, dan bahkan pupuk kimia, untuk meningkatkan hasil pertanian.
Pengapuran
Pengapuran dilakukan untuk memperbaiki pH
tanah. Pengapuran dilakukan pada tanah yang bersifat sangat asam sehingga tidak
sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Selain dapat menaikan pH tanah, pengapuran
dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikoorganisme tanah dalam
penguraian bahan organic yang dapat mempercepat ketersediaan unsur hara,
menetralkan zat yang bersifat racun tanpa menghilangkan zat penting yang
dibutuhkan tanaman. Kapur yang digunakan untuk meneralkan pH tanah yaitu kapur
tohor, kapur karbonat, dan kapur tembok. Pengapuran dilakukan dengan
menyesuaikan dengan pH tanah.
Pemberian Bahan Organik
pemberian bahan organic dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, pori aerasi, dan laju infiltrasi, serta memudahkan penetrasi akar, sehingga produktivitas lahan dan hasil tanaman dapat meningkat. Selain itu, pemberian bahan organic menyediakan bahan organic hasil pelapukan yang dapat menambah unsur hara pada tanaman, meningkatkan pH tanah dan kapasitas tukar kation, menurunkan Al serta meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pemberian bahan organic dapat mengurangi kebutuhan NPK. Bahan organic yang diberikan dapat berupa pupuk kendang, kompoa, bokashi, ataupun hijauan.
Pemupukan
Pemupukan yaitu pemberian bahan
dengan maksud untuk meningkatkan kesuburan tanah. Hal yang perlu disiapkan
yaitu mulsa sebagai pengawetan lengas tanah, pembenahan tanah untuk memperbaiki
struktur tanah, pH tanah yang mana untuk budidaya cabai berada pada 6-7 jika
tanah pH-nya terlalu rendah maka diberikan kapur pertanian sebaliknya jika pH
terlalu tinggi maka diturunkan dengan pemberian tepung belerang. Perlu
ditambahkan kotoran hewan juga dengan tujuan memperbaiki keterserapan hara asli
tanah.
Irigasi yang baik
Irigasi yang baik perlu dilakukan
terlebih jika penanaman dimulai pada akhir dari musim hujan atau awal musim
kemarau. Hal ini karena tanaman cabai memerlukan kelembaban sekitar 70-80%.
Jika kurang dari angka tersebut maka pembentukan bunga, penyerbukan dan
pembentukan buah tidak berjalan secara sempurna, begitu pula jika lebih dari
angka tersebut maka akan memacu pertumbuhan cendawan yang akan merusak tanaman.
References
Redaksi AgroMedia. (2008). Panduan Lengkap Budidaya dan Bisnis Cabai. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
S.M., A. (2017). Kiat Sukses
Budidaya Cabai Rawit. Yogyakarta: Bio Genesis.
Sumarni, N. R. (2010). Pengelolaan Fisik,
Kimia, dan Biologi Tanah untuk Meningkatkan Kesuburan Lahan dan Hasil Cabai
Merah. J. Hort, 130-137.

Bagus nih, nambah pengetahuan untuk saya
BalasHapusBaguss
BalasHapus